Beranda / siswa / Tradisi Baru di SMPM 7 Surabaya: Saat Siswa Memimpin Siswa, Mengubah Orientasi Menjadi Inspirasi

Tradisi Baru di SMPM 7 Surabaya: Saat Siswa Memimpin Siswa, Mengubah Orientasi Menjadi Inspirasi

SURABAYA — Kompleks sekolah yang biasanya sunyi di masa liburan, mendadak berdenyut oleh energi luar biasa pagi ini. SMP Muhammadiyah 7 Surabaya resmi membuka gerbang bagi generasi baru melalui gelaran Pra-Fortasi (Forum Ta’ruf dan Orientasi Siswa). Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan awal ini tidak digerakkan oleh guru, melainkan dikomandoi langsung secara mandiri oleh PR IPM (Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah) SMP Muhammadiyah 7 Surabaya.

Sejak fajar menyingsing, para pengurus IPM dengan sigap mengambil alih kendali lapangan. Mulai dari konsep dekorasi ruangan yang segar dan kekinian, hingga prosesi penyambutan penuh kehangatan di pintu gerbang. Dengan senyum ramah, para aktivis muda ini mengantarkan satu per satu adik kelas baru mereka menuju lokasi kegiatan. Tidak berhenti di sana, pengurus IPM juga berdiri tegak di depan sebagai pengisi acara utama untuk memaparkan sosialisasi Fortasi.

Pendekatan sebaya (peer leadership) yang digunakan terbukti sangat ampuh. Dengan bahasa yang cair, interaktif, dan dekat dengan dunia remaja, atmosfer ketegangan yang awalnya menyelimuti para siswa baru seketika mencair menjadi keseruan. Tidak ada gurat ketakutan atau konsep perpeloncoan usang di sini; yang ada hanyalah simulasi interaktif yang memperkenalkan mereka pada kultur mandiri, kreatif, dan kebersamaan khas persyarikatan.

Ketua Umum PR IPM SMPM 7 Surabaya menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memantik potensi terbaik para siswa baru sejak hari pertama. “Kami ingin adik-adik kelas baru merasa nyaman dan langsung terinspirasi untuk menjadi pemimpin masa depan yang cakap digital serta berakhlak mulia lewat Fortasi ini,” ujarnya dengan penuh semangat di sela-sela acara.

Melalui Pra-Fortasi ini, sekolah ingin mengirimkan pesan kuat sejak awal bahwa setiap siswa baru di sini tidak disiapkan untuk menjadi penonton masa depan. Mereka langsung dihadapkan pada contoh nyata kakak kelasnya yang telah menjelma menjadi penggerak organisasi yang terampil. Langkah awal ini menjadi jembatan transformasi penting untuk melatih mental, fisik, dan ruang inovasi para kader muda sebelum memasuki perhelatan utama Fortasi minggu depan. Selamat datang para Future Leaders di arena perjuangan yang berkemajuan!