
SURABAYA — Di tengah hiruk-pikuk dunia pendidikan, ada satu tempat di Surabaya yang kini menjadi pusat perhatian para orang tua visioner: SMP Muhammadiyah 7 Surabaya. Pagi ini, Aula Utama sekolah tersebut dipadati oleh ratusan wali murid yang tidak hanya sekadar menghadiri orientasi, melainkan sedang memastikan masa depan emas putra-putrinya melalui Masa Orientasi Orang Tua (MOOT) yang digelar secara eksklusif.
Ruang aula yang dikelola dengan standar profesional ini menjadi saksi betapa tingginya antusiasme wali murid. Kehadiran mereka bukan tanpa alasan; SMP Muhammadiyah 7 Surabaya telah memposisikan diri sebagai “Sekolah Para Pemimpin” yang berhasil memadukan kecerdasan digital, kemapanan karakter Islami, dan keunggulan akademis berstandar global.
Dalam sesi pemaparan yang memukau, *Kepala SMP Muhammadiyah 7 Surabaya, Ustaz Imam Sapari, membedah secara gamblang mengapa sekolah ini begitu diminati. Beliau menjabarkan visi *Muhammadiyah Future Leaders yang diimplementasikan melalui program-program unggulan yang menjawab kebutuhan orang tua masa kini.
Suasana aula berubah menjadi sangat dinamis saat sesi dialog dibuka. Antusiasme wali murid memuncak ketika mereka mendalami Program Takhasus dengan target hafalan 7 juz dan Program Boarding yang prestisius dengan target hafalan hingga 15 juz. Bahkan, antrean pertanyaan semakin memanjang saat membahas Kelas Internasional—sebuah program akselerasi yang dirancang untuk menyiapkan siswa agar mampu bersaing di panggung global.
“Ini bukan sekadar hari pertama sekolah. Ini adalah momentum peletakan batu pertama dari fondasi masa depan ananda,” ujar salah satu perwakilan orang tua dengan penuh keyakinan. “Melihat langsung bagaimana kurikulum ini dirancang, target hafalan yang terukur, serta visi yang begitu jernih dari Ustaz Imam Sapari, membuat kami merasa sangat tenang. Kami merasa kursi yang kami amankan untuk anak kami di sekolah ini adalah investasi terbaik yang terbayar lunas.”
Bagi SMP Muhammadiyah 7 Surabaya, pendidikan bukan lagi tentang sepihak. Ustaz Imam Sapari menekankan bahwa kolaborasi antara sekolah dan orang tua adalah kunci utama. “Pendidikan terbaik bagi calon pemimpin masa depan hanya bisa terwujud jika rumah dan sekolah berjalan seirama untuk saling menguatkan,” tegas beliau di hadapan ratusan orang tua yang menyimak dengan saksama.
Dengan suksesnya MOOT hari ini, SMP Muhammadiyah 7 Surabaya kembali membuktikan diri sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menginspirasi. Bagi para orang tua yang mendambakan sinergi antara nilai religius yang kokoh dan kompetensi global, sekolah ini bukan sekadar pilihan—ini adalah tujuan.










