SURABAYA — Fenomena pertemanan remaja yang kerap diwarnai konflik dan drama rupanya punya penawar tersendiri di SMP Muhammadiyah 7 Surabaya. Lewat sebuah terobosan kegiatan luar kelas bertajuk DARLING (Dakwah Remaja Keliling), para siswa Kelas 8 justru diajak membongkar rahasia membangun pertemanan sehat lewat konsep “Circle Islami: Cara Jitu Cari Bestie Tanpa Drama“.
Kegiatan seru yang digelar secara bergantian pada Sabtu dan Ahad (3-4 Oktober 2026) ini berlangsung di kediaman para siswa. Antara lain di rumah Kanaya Nurinda (Kelas 8 Al Hikmah), Zaky Tristan (Kelas 8 Asy Syiddah), dan Zahira Qurrota Qolbu (Kelas 8 Al Fathonah).

Suasana keakraban mengalir hangat sejak awal acara. Mengusung dresscode busana muslim syar’i dan seragam almamater sekolah, para siswa mengawali kegiatan dengan pembacaan serta muroja’ah QS. Al-Baqarah ayat 1–25, dilanjutkan dengan tilawah, sambutan sohibul bait, hingga sesi kajian interaktif.
Hadir sebagai salah satu pemateri utama, Ustadz Almas Rizqullah, M.H., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap konsep dakwah berbasis komunitas remaja ini. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan SMP Muhammadiyah 7 Surabaya sangat relevan dengan dinamika psikologi remaja saat ini.
“Kegiatan DARLING ini sangat menarik dan aplikatif bagi siswa usia remaja. Mengemas dakwah lewat forum keliling rumah seperti ini tidak hanya mempererat silaturahmi antarwali murid dan siswa, tetapi juga efektif membentuk ekosistem pertemanan yang positif dan saling menguatkan dalam kebaikan. Konsep inovatif ini sangat layak dijadikan contoh bagi sekolah-sekolah lainnya,” puji Ustadz Almas Rizqullah di sela-sela penyampaian materinya.
Melalui program DARLING ini, SMP Muhammadiyah 7 Surabaya membuktikan komitmennya untuk tidak hanya mencetak generasi yang unggul secara akademik, melainkan juga tangguh secara mental, memiliki ikatan ukhuwah yang kuat, serta berakhlak mulia.












