Beranda / News / Mujahid Kelas Peradaban Prof. Khozin Kobarkan Risalah Islam Berkemajuan di KUNTUM Bubutan

Mujahid Kelas Peradaban Prof. Khozin Kobarkan Risalah Islam Berkemajuan di KUNTUM Bubutan

SURABAYA — Suasana aula SMP Muhammadiyah 7 Surabaya di Jalan Dupak Jaya V No. 49-53, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, tampak hangat dan penuh antusiasme pada Sabtu pagi (5/9/2026). Ratusan pendidik dan tenaga kependidikan berkumpul sejak pukul 07.30 WIB untuk mengikuti KUNTUM (Kajian untuk Amal Usaha Muhammadiyah) yang diusung oleh Majelis Dikdasmen dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bubutan.

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. Khozin, M.Si., membawakan materi mendalam bertajuk “Makna Sebagai Guru dan Tendik Muhammadiyah: Perspektif Pendidikan Islam”.

 

Bukan Sekadar Profesi, Guru Adalah Mujahid

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Khozin menegaskan bahwa menjadi pendidik di sekolah Muhammadiyah melampaui rutinitas pekerjaan biasa. Guru adalah sosok mujahid yang berjuang langsung sebagai penolong agama Allah.

Peran kepala sekolah menjadi sangat krusial dalam memacu pengembangan SDM guru secara berkelanjutan. Sosok guru dituntut menjadi yang paling cerdas (pintar) dan memiliki standar akhlak paling mulia di lingkungan sekolah melalui penguasaan empat kompetensi utama, yakni Kompetensi Pedagogik, Profesioanl, kepribadian dan Sosial

smp muhammadiyah 7 sby

 

Internalisasi Risalah Islam Berkemajuan

Lebih lanjut, Prof. Khozin menekankan bahwa seluruh kiprah pendidik Muhammadiyah harus berpijak pada nilai-nilai Risalah Islam Berkemajuan. Nilai-nilai ini menjadi kerangka gerakan yang berorientasi pada tauhid, pembaruan, moderasi, serta pengejawantahan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam melalui 5 pokok pikiran utama:
1. Mabniyyun ‘Ala Tauhid (Berpijak pada Tauhid): Menempatkan Allah SWT sebagai segala-galanya, yang menginspirasi lahirnya sikap egaliter, kesetaraan derajat, dan kehidupan yang demokratis.
2. Ar-Ruju’ Ila al-Qur’an wa as-Sunnah: Menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sumber rujukan utama dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
3. Ikhtiyar al-Ijtihad wa al-Tajdid: Mendorong tradisi diskusi untuk pengembangan ilmu serta pembaruan (tajdid) yang dijiwai semangat amar makruf nahi mungkar.
4. Tanwiyah wa Wasathiyah (Menumbuhkan Sikap Moderat): Membangun sikap moderat dalam beragama dan bermasyarakat, serta memegang teguh prinsip 3K (Jangan Konflik, Jangan Korupsi, dan Jangan Kolot/Jumud).
5. Tahqiq Rahmatan lil ‘Alamin: Mengaktualisasikan nilai-nilai Islam yang membawa kasih sayang dan kemaslahatan bagi seluruh alam, sebagaimana terinspirasi dari QS. At-Taubah: 105.

Implementasi Praktis Kepemimpinan Sekolah

Sebagai langkah nyata dalam mengejawantahkan Islam Berkemajuan di lingkungan sekolah, Prof. Khozin mendorong kepemimpinan sekolah yang progresif dan tidak kaku. Sekolah Muhammadiyah harus dirancang bersih, inovatif, dan berwibawa.
Kepala sekolah memiliki tanggung jawab untuk membawa para guru melakukan studi banding dan silaturahmi antar-sekolah—termasuk berkunjung ke sekolah non-Muhammadiyah—guna saling belajar, berbagi praktik baik, serta membangun kolaborasi lintas institusi. Agenda silaturahmi dan studi kolaboratif ini perlu dirancang serta diagendakan secara rutin setiap tahunnya.
Sebagai penutup, Prof. Khozin menegaskan bahwa indikator keberhasilan dari tata kelola sekolah yang maju dan diminati masyarakat akan bermuara pada tolok ukur yang konkrit: grafik jumlah siswa sekolah Muhammadiyah tidak boleh merosot, melainkan minimal harus bertahan stabil atau terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Tag: