Beranda / Prestasi / Azalina Callysta, Srikandi SMP Muhammadiyah 7 Surabaya sabet juara 3 panahan tingkat kota surabaya

Azalina Callysta, Srikandi SMP Muhammadiyah 7 Surabaya sabet juara 3 panahan tingkat kota surabaya

SURABAYA — Di balik helah napas yang tenang dan ketajaman mata yang menatap lurus ke titik kuning sejauh 15 meter, ada proses panjang yang terus dipupuk. Azalina Callysta Dewindra, siswi Kelas 8 Al-Fatonah SMP Muhammadiyah 7 Surabaya—sekolah yang masyhur dengan julukan Sekolahnya Para Pemimpin—baru saja membuktikan bahwa konsistensi dan keberanian adalah kunci utama seorang juara.

Gadis yang akrab disapa Lina ini berhasil menyabet juara 3 dalam ajang Latihan Gabungan Pelajar yang diselenggarakan oleh Yakes Telkom tingkat Kota Surabaya. Bertarung di divisi SMP 15m Busur Horsebow, pencapaian ini terbilang impresif mengingat Lina baru menekuni olahraga panahan tradisional ini sejak masuk di Sekolahnya Para Pemimpin

smp muhammadiyah 7 sby

Ujian Ketenangan dalam Satu Rambahan

Memanah bukan sekadar perkara menarik tali busur dan melepas anak panah. Bagi Lina, panggung final kompetisi tingkat kota tersebut menjadi ajang pembuktian mentalitas. Dengan masa persiapan intensif yang tergolong singkat—hanya satu minggu—tantangan terbesar justru datang dari dalam dirinya sendiri. “Tantangan terberat adalah melatih ketenangan diri saat memasuki babak final. Kesempatannya hanya satu rambahan, jadi tidak boleh ada keraguan sedikit pun,” ungkap Lina.

Di tengah tekanan tinggi babak penentuan, fondasi karakter yang ditanamkan oleh sekolahnya menjadi benteng utama. Budaya di SMP Muhammadiyah 7 Surabaya yang membiasakan para siswanya untuk berani tampil dan percaya diri dieksekusi dengan apik oleh Lina di lapangan tembak.

Manajemen Waktu dan Ekosistem Pendukung

Keberhasilan Lina tak lepas dari kedisiplinan membagi waktu. Di tengah kepungan tugas akademik, ia memanfaatkan celah waktu secara presisi: Jumat sore selepas Asar, Sabtu sore, dan Minggu pagi dialokasikan khusus untuk mengasah akurasi bidikan.

Pihak sekolah pun mengambil peran aktif sebagai fasilitator bakat. Mulai dari menginformasikan peluang kompetisi, mendaftarkan, hingga memberikan dorongan moral secara berkelanjutan.

Lina menegaskan bahwa prestasinya lahir dari kolaborasi support system yang solid. dorongan tanpa henti dari kedua orang tua, doa serta bimbingan para ustadz dan ustadzah, serta energi positif dari teman-teman sebaya. Rasa lega dan syukur membuncah saat namanya digaungkan di podium pemenang.

Menatap Panggung FORNAS 2027

Gelar Juara 3 tingkat Kota Surabaya ini hanyalah batu pijakan awal. Tanpa mengulur waktu, srikandi muda ini sudah memasang bidikan baru yang jauh lebih tinggi yakni Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) 2027 di Palu.

Bagi rekan-rekan sesama siswa di Sekolahnya Para Pemimpin, Lina menitipkan sebuah pesan ringkas namun mendalam tentang arti sebuah perjuangan:
“Niat, fokus, rajin berlatih, dan sering-seringlah mengikuti kompetisi untuk melatih mental. Nikmati dan ikuti semua prosesnya untuk menuju kemenangan.” Tutupnya