Beranda / siswa / Ketika Gawai Beralih Fungsi Menjadi Teman Belajar Bahasa Indonesia

Ketika Gawai Beralih Fungsi Menjadi Teman Belajar Bahasa Indonesia

Surabaya – Siapa bilang gawai hanya digunakan untuk bermain atau berselancar di media sosial? Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 7 Surabaya, gawai justru dimanfaatkan sebagai salah satu teman belajar siswa. Dengan duduk berkelompok, siswa menggunakan gawai, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas bersama.
Kegiatan pembelajaran berlangsung di kelas dengan suasana yang cukup aktif. Siswa tampak bekerja dalam kelompok sambil membuka gawai masing-masing. Di meja mereka, lembar kerja menjadi bagian dari aktivitas belajar. Sementara itu, guru mendampingi siswa dan memberikan arahan selama proses pembelajaran berlangsung.
Pemanfaatan gawai dalam kegiatan tersebut bukan sekadar untuk mencari jawaban. Siswa diajak untuk mencari informasi, membaca, mencermati, berdiskusi, dan mengolah informasi sebelum menuangkannya dalam tugas. Dengan demikian, gawai digunakan sebagai alat bantu untuk mendukung proses berpikir siswa.
Menariknya, kegiatan belajar dilakukan secara berkelompok. Setiap siswa memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan ikut menyelesaikan tugas. Diskusi antarteman membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif karena siswa tidak hanya menerima penjelasan dari guru, tetapi juga belajar dari teman satu kelompok.
Salah seorang siswa mengaku bahwa penggunaan gawai membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih mudah dan menarik. Menurutnya, mencari informasi melalui gawai membantu kelompoknya menemukan bahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas.

smp muhammadiyah 7 sby

“Menurut saya lebih mudah karena kalau ada yang belum tahu, kami bisa mencari informasinya. Setelah itu, hasilnya kami diskusikan bersama teman kelompok,” ujar Tsania, salah seorang siswa.
Siswa lainnya juga merasakan bahwa bekerja dalam kelompok membuat tugas terasa lebih ringan. Selain dapat saling membantu, mereka juga bisa bertukar pendapat ketika menemukan informasi yang berbeda.
“Saya suka belajar seperti ini karena bisa berdiskusi dengan teman. Kalau ada yang belum paham, bisa bertanya dan mencari tahu bersama,” ungkap Liza.
Penggunaan gawai juga memberikan pengalaman berbeda dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Siswa belajar memanfaatkan teknologi secara lebih bijak dan bertanggung jawab. Mereka tidak hanya dituntut menemukan informasi, tetapi juga perlu mencermati informasi yang diperoleh dan menghubungkannya dengan tugas yang sedang dikerjakan.
Bagi siswa, kegiatan seperti ini membuat pembelajaran Bahasa Indonesia terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Gawai yang selama ini lekat dengan aktivitas hiburan dapat dialihkan menjadi sarana untuk belajar, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas.
Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran Bahasa Indonesia tidak berhenti pada kegiatan membaca dan menulis. Siswa juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis, serta menggunakan teknologi secara tepat. Guru pun berperan sebagai pendamping yang mengarahkan siswa agar penggunaan gawai tetap berada dalam tujuan pembelajaran.
Pada akhirnya, gawai bukan lagi sekadar benda yang berada di tangan siswa. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, gawai dapat menjadi jembatan untuk menemukan informasi, memunculkan ide, dan membangun kerja sama. Dari kelas, siswa belajar bahwa teknologi akan menjadi lebih bermanfaat ketika digunakan untuk sesuatu yang mendukung proses belajar.

-Luluk Fatmawati, S. Pd., M. Pd