Beranda / siswa / Kisah 13 ‘Pahlawan Kecil’ Penakluk Fashmu Jatim

Kisah 13 ‘Pahlawan Kecil’ Penakluk Fashmu Jatim

SURABAYA — Jika ada yang bilang anak-anak SMP zaman sekarang hanya peduli pada scrolling layar ponsel dan gim daring, mereka belum pernah bertemu dengan 13 pahlawan muda dari Surabaya ini.

Minggu lalu di panggung Festival Anak Sholeh (Fashmu) se-Jawa Timur, narasi itu dipatahkan secara elegan. Kontingen Surabaya resmi mengukuhkan diri sebagai Juara Umum 1, sekaligus menyabet Juara 2 Kategori Defile. Sebuah pencapaian yang tidak lahir dari karpet merah melainkan dari keringat latihan berpekan-pekan di balik ruang-ruang kelas sederhana.

Resep Rahasia di Balik Panggung
Tak ada keajaiban yang instan. Di balik kibasan bendera defile dan kelancaran hafalan para peserta, ada kedisiplinan tingkat tinggi. Nasrul Umar Arief dan Ahmad Toriq Ubaidillah dari kelas 8 As-Syiddah, misalnya, dikabarkan menghabiskan jam istirahat mereka bukan untuk nongkrong di kantin, melainkan mengulang materi lomba di pojok perpustakaan.


Sementara itu, barisan kelas 9—yang diisi oleh nama-nama seperti Danish Ramadhani Al Farizi, Rahma Putri Sekar, hingga Tsania Jasmine dari kelas 9 At-Tabligh—berhasil membuktikan bahwa bayang-bayang ujian akhir tidak menghalangi mereka untuk menyumbang piala tertinggi bagi Kota Pahlawan.
“Mereka tidak cuma latihan teknik, tapi latihan mental. Saat gladi bersih defile, seragam mereka basah kuyup oleh keringat, tapi tidak ada satu pun yang mengeluh,” ujar ustadzah Wita selaku kaur. Kesiswaan sekaligus salah satu pendamping kontingen dengan mata berbinar.
Karpet Merah di Hari Rabu
Atas capaian fantastis tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya tidak tinggal diam. Apresiasi tak boleh sekadar berupa tepuk tangan. Sore ini, Rabu (5/8) pukul 15.30 WIB, sebuah acara penganugerahan khusus digelar untuk menyerahkan reward resmi kepada ke-13 siswa berprestasi tersebut.

smp muhammadiyah 7 sby

Berikut adalah daftar 13 nama yang mencatatkan tintanya dalam sejarah Fashmu Jawa Timur tahun ini:
* Kelas 8 As-Syiddah: Nasrul Umar Arief, M. Ilham Akbar, Kenzi Supala, Ahmad Toriq Ubaidillah
* Kelas 8 Al-Hikmah: Alvaro Kenzie, Freya Kamilia
* Kelas 8 Al-Fathonah: Saskia Ananda
* Kelas 9 At-Tabligh: Danish Ramadhani Al Farizi, Rahma Putri Sekar, Shella Kirana, Tsania Jasmine
* Kelas 9 As-Shobur: Shafira Dysti
* Kelas 9 As-Sholeh: M. Bagoes Iskandar
Penghargaan sore ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan babak baru. Surabaya telah membuktikan bahwa kombinasi antara religiusitas, ketangkasan, dan kerja keras mampu meruntuhkan dominasi daerah lain di tingkat provinsi. Bagi ke-13 siswa ini, piala mungkin akan berdebu di lemari pajang sekolah, namun mental pemenang yang terpatri di dada mereka akan bertahan seumur hidup.