Beranda / siswa / Terima Kasih Prof. Mu’ti, Implementasi Guru Wali Sukses Menjemput Karakter Pemimpin di SMPM 7 Surabaya

Terima Kasih Prof. Mu’ti, Implementasi Guru Wali Sukses Menjemput Karakter Pemimpin di SMPM 7 Surabaya

smp mutu

Dunia pendidikan kita sedang menyaksikan sebuah pergeseran paradigma yang fundamental. Kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, mengenai penguatan peran Guru Wali, bukan sekadar perubahan istilah administratif. Di SMP Muhammadiyah 7 Surabaya—yang kami branding sebagai Sekolahnya Para Pemimpin—kebijakan ini telah menjadi “energi baru” yang dampak transformatifnya terasa hingga ke relung karakter terdalam para siswa.

Sebagai praktisi di lapangan, kami harus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Prof. Mu’ti. Kebijakan Guru Wali adalah jawaban atas kerinduan kita akan sosok guru yang tidak hanya berdiri di depan kelas untuk mengajar materi akademik, tetapi duduk di samping siswa sebagai mentor, pengasuh, dan teladan karakter.

SMP MUHAMMADIYAH 7 SBY

 

Transformasi Karakter yang Nyata

Melalui implementasi Guru Wali, kami di SMPM 7 Surabaya merasakan perubahan yang luar biasa. Jika dulu tugas Wali Kelas sering kali terkuras pada urusan administratif rapor dan absensi, kini Guru Wali hadir dengan tugas yang lebih sakral.

Pendampingan Personal

Dampaknya sangat taktis dan terukur. Karakter kepemimpinan siswa kami mengalami lompatan signifikan. Kami melihat anak-anak kami menjadi lebih:
1. Disiplin dan Mandiri: Mereka mulai mampu mengelola waktu dan tugas tanpa harus selalu “dikejar” oleh instruksi klasikal.
2. Bertanggung Jawab: Ada kesadaran bahwa setiap tindakan mereka dipantau secara personal oleh Guru Wali yang berperan sebagai orang tua kedua di sekolah.

Cahaya Al-Qur’an dalam Kedekatan Personal

Salah satu keunggulan SMPM 7 Surabaya adalah bidang Tahfizh dan Leadership. Di sinilah peran Guru Wali menunjukkan taringnya. Ibadah harian dan Pembiasaan siswa di Rumah kini menjadi lebih terpantau dan teratur. Guru Wali hadir memastikan bahwa setiap sujud siswa dan perilaku mereka di Rumah bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan spiritual dan Mental yang senantiasa tumbuh, terjaga dan berkembang baik.

Lebih jauh lagi, kualitas bacaan Al-Qur’an siswa meningkat drastis. Dengan rasio bimbingan yang lebih kecil dan personal, Guru Wali dapat menyimak setiap makhraj dan tajwid dengan lebih teliti. Alhasil, kelancaran membaca Al-Qur’an dan hafalan mereka menjadi semakin meningkat, yang secara otomatis berimbas pada bertambahnya kualitas atau ketajaman mereka dalam berfikir dan belajar. Keberhasilan ini adalah buah dari “sentuhan personal” yang menjadi inti dari kebijakan Prof. Mu’ti.

Terima Kasih, Prof. Mu’ti
Kami di Surabaya merasakan bahwa kebijakan ini sangat selaras dengan visi kami mencetak pemimpin masa depan. Pemimpin tidak lahir dari kurikulum yang dingin, melainkan dari kedekatan hati antara guru dan murid. Guru Wali adalah jembatan hati itu.

Program yang diusung Prof. Mu’ti ini memberikan ruang bagi guru untuk kembali ke khittahnya sebagai pendidik spiritual dan karakter. Kami bangga dapat mengimplementasikan gagasan besar ini di SMP Muhammadiyah 7 Surabaya.

Terima kasih, Prof. Mu’ti, atas terobosan dan keberanian membawa napas “Deep Learning” dan penguatan Guru Wali ke dalam sistem pendidikan nasional kita. Langkah ini adalah investasi besar untuk melahirkan generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi tangguh secara kepemimpinan dan teguh dalam iman.